Breaking News

Tips Mengatasi Lemas dan Lesu di Hari-hari Awal Puasa

Memasuki bulan puasa, penting untuk Anda untuk mengawal tubuh tetap segar dan bertenaga masing-masing hari. Memang saat sudah dijalani, puasa terasa kian gampang dan menyegarkan. Namun di hari-hari kesatu puasa, tubuh ingin lemas dan tak bertenaga.

Kira-kira kenapa lemas ketika puasa seringkali paling parah di hari-hari kesatu, ya? Adakah teknik untuk menghindarinya? Nah, simak informasi menyeluruh seputar badan lemas ketika puasa di bawah ini.

Kenapa di mula masa puasa badan terasa lebih lemas?

Ketika kita menjalankan ibadah puasa, tubuh tidak mendapat zat gizi sekitar berjam-jam sesudah sahur. Padahal, tubuh butuh karbohidrat yang akan diubah jadi gula. Kemudian gula bakal diproses menjadi bahan bakar atau sumber energi kita sepanjang hari(4).

Namun, menurut keterangan dari seorang pakar sistem endokrin dan metabolisme dr. David McCulloch, sumber energi ini melulu bertahan sejumlah jam sesudah Anda makan(4). Inilah kenapa di siang dan senja hari tubuh kita mulai kehilangan energi dan Anda juga lemas.

Jangan khawatir, tubuh dapat menyesuaikan diri dengan evolusi pola santap Anda ketika puasa(1). Tubuh bakal mulai membaca kelaziman baru Anda, yakni tidak bakal mendapat asupan karbohidrat lagi hingga waktunya berbuka puasa. Maka, tubuh bakal menyimpan gula dalam masa-masa yang lebih lama dari biasanya. Jika ketika Anda tidak puasa, gula dari kabohidrat langsung dihanguskan dalam waktu sejumlah jam saja, masa-masa puasa gula akan dihanguskan pelan-pelan, yakni sampai mendarat saatnya berbuka.

Namun, penyesuaian ini tidak dapat terjadi dalam sekejap mata. Tubuh membutuhkan waktu sejumlah hari atau bahkan seminggu guna beradaptasi dengan proses ini(1). Maka, seringkali Anda melulu akan merasa letih dan lemas di awal-awal bulan puasa.

Nutrisi penting saat buka dan sahur supaya tidak lemas ketika puasa

Untuk menangkal badan lemas ketika puasa, khususnya di hari-hari kesatu Ramadan, pastikan tubuh Anda menemukan asupan nutrisi-nutrisi urgen berikut ini.

1. Karbohidrat kompleks

Saat sahur, perbanyak konsumsi karbohidrat perumahan daripada karbohidrat sederhana. Karbohidrat sederhana lebih tidak sedikit berisi gula sementara karbohidrat kompleks lebih tidak sedikit berisi serat dan ragi(7).

Dengan mengonsumsi karbohidrat kompleks, proses pengolahan karbohidrat menjadi sumber energi dilangsungkan lebih lama. Maka, tubuh kita pun dapat bertahan berjam-jam sebelum buka puasa tanpa asupan karbohidrat lagi di siang atau senja hari. Perbanyak asupan karbohidrat perumahan dari produk olahan gandum utuh, sayur, buah, dan kacang-kacangan(7).

2. Zat seng

Seperti diterangkan oleh seorang berpengalaman gizi klinis asal Amerika Serikat Dr. Josh Axe, zinc atau dikenal pun dengan istilah zat seng sangat dibutuhkan guna mengubah karbohidrat dalam tubuh. Kalau Anda kelemahan zat seng, karbohidrat yang kita konsumsi ketika sahur bakal sulit diolah jadi sumber energi(3). Akibatnya, Anda bakal merasa lemas ketika puasa seharian.

Untuk itu, pastikan Anda mengisi asupan zat seng ketika sahur dan buka puasa. Pilih menu yang kaya zat seng laksana daging sapi atau kambing. Namun, santap daging ketika sahur dan berbuka saja belum mencukupi keperluan zat seng dalam sehari. Jadi bila perlu, ketika sahur dan buka puasa Anda dapat mengonsumsi suplemen yang kaya bakal zinc.

3. Vitamin C

Badan lemas ketika puasa juga dapat disebabkan oleh melemahnya daya tahan tubuh(5). Pasalnya, saat puasa tubuh tidak menemukan asupan nutrisi sejumlah dan selengkap biasanya. Akibatnya sistem daya tahan tubuh kendala menjaga kita tetap sehat. Salah satu teknik menjaga daya tahan tubuh ialah mengonsumsi vitamin C.

Oleh karenanya, tidak boleh lupa mengonsumsi sayur dan buah yang kaya vitamin C laksana jambu, cabai merah, dan brokoli. Bila perlu, kita juga dapat mengonsumsi suplemen yang telah berisi vitamin C sekaligus zinc setelah santap sahur, atau sesudah berbuka puasa. Ini dapat membantu Anda mengawal stamina di hari-hari mula puasa dan sepanjang bulan Ramadan.

Tidak ada komentar